artikel

Positive Thinking

positive_thinkingAssalamu’alaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Kak Yasmine, kenalin aku Aika, aku siswa SMA kelas 2. Sekarang aku baru punya masalah dengan beberapa guru. Setiap kali ketemu atau saat beliau mengajar, pasti yang diungkit-ungkit yang jelek meskipun aku sudah berbuat yang terbaik menurutku. Hal itu membuatku juga buta hati tentang kebaikan orang lain. Setiap ada teman yang berbuat baik aku selalu menilainya dari segi negatifnya. Kak mohon nasihatnya ya, agar aku bisa kembali positive thinking.
Terimakasih atas nasihatnya.
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarakaatuh
Aika

Waalaikumussalam warhamutullahi wabarakatuh
Dear Aika yang baik….salam kenal juga ya buat kamu..

Benar sekali Aika, positive thinking adalah hal yang penting dalam kehidupan bermuamalah. Berpikiran positif akan memberikan energi yang positif pula untuk kesehatan fisik dan psikis kita. Memang, tidak selayaknya bagi seorang guru atau pendidik memberikan komentar negatif kepada murid-muridnya. Guru seolah menjadi pengganti orang tua di rumah sehingga sebagian besar tutur katanya dapat memberi pengaruh kepada para muridnya. Banyak guru yang ingin mendidik muridnya dengan salah satunya menegur kesalahan/menasihati muridnya. Walaupun mungkin maksudnya sebenarnya adalah  baik, namun jika disampaikan dengan cara yang salah justru hanya akan melukai perasaan anak dan justru tidak banyak mengubah perilaku buruk  anak. Karena itu tindakan guru yang mengungkit-ungkit kejelekan anak didik bukanlah hal yang pantas diteladani.
Saran dari kakak:
Perbanyak istighfar dan ibadah
Mintalah ampun kepada Allah dan mohon diberi kekuatan agar dapat menyelesaikan masalah ini.
Perbaiki kualitas diri  lebih intens lagi.
Barangkali kamu memang pernah melakukan beberapa kesalahan  dalam mengerjakan tugas atau berperilaku sehingga tidak cukup hanya

satu guru yang memberi komentar negatif terhadapmu. Namun mulai sekarang biarkan itu menjadi masa lalumu. Kakak yakin sekarang kamu sedang berusaha untuk memperbaikinya. Teruslah memperbaikinya hingga kamu dapat menunjukkan kepada mereka bahwa kamu benar-benar dapat memperbaikinya. Kemudian teruslah untuk mempertahankannya.
Maafkan guru yang sudah melukai perasaanmu.
Kakak paham mendapat komentar negatif terus menerus tentunya sangat melukai perasaan. Apalagi komentar tersebut diberikan oleh guru yang seharusnya dapat menjadi panutan. Akan tetapi kamu punya ‘kendali’ atas diri kamu sendiri. Apakah kamu ingin terus terpuruk dan justru ‘membenarkan ‘ kembali perkataan gurumu, atau justru sebaliknya, menjadikannya cambuk bahwa kamu benar-benar dapat memperbaikinya dan menunjukkannya kepada mereka. Mungkin kamu sudah mencoba memperbaikinya namun tetap saja belum ‘sreg’ di mata guru. Karena itu  biarkan hatimu menjadi netral terlebih dahulu sehingga kamu dapat memperbaikinya secara optimal.

Lalu, bagaimana cara menetralkan hati? Mulailah dengan memaafkan semua guru yang sudah melukai perasaanmu. Lepaskan emosi negatif berupa kejengkelan dan amarah terhadap perilaku guru tersebut dengan memaafkan tindakan mereka. Lakukan ini sebagai terapi untuk diri sendiri. Saat kondisi rileks menjelang tidur masukkan sugesti untuk healing dengan mengeluarkan semua uneg-uneg dan perasaanmu serta ungkapakan bahwa kamu memaafkan kesalahan gurumu. Kata-kata yang dapat kamu ucapkan , seperti, “Ibu/Bapak Guru..engkau telah melukai perasaanku dengan mengungkit kejelekanku di masa lalu sehingga membuatku merasa…,…,…(ucapkan semua perasaanmu). Tetapi kini aku tak mau lagi selalu menyimpan perasaan negatif ini sehingga menjadi beban dalam hidupku dan menggerogoti kesehatanku. Ibu/Bapak Guru..aku telah memaafkanmu karena aku tahu sebenarnya engkau bermaksud baik di balik tutur katamu saat itu  yang melukai perasaanku.Aku memaafkan kesalahanmu padaku. Dan mulai saat ini aku memilih untuk hidup tenang dan damai dengan melepaskan semua perasaan negatifku terhadap engkau dan mengisinya selalu dengan pikiran dan perasan posiitif tersemua orang.” Atau buatlah sendiri kata-katanya sesuai dengan perasaan hatimu.
Aika, menyadari dan mengakui adanya perasaan negatif dalam diri seperti ini  sangat penting untuk mempermudah proses healing. Dengan menyadari dan mengakui emosi negatif ini, kamu akan dengan mudah untuk melepaskannya. Memaafkan, juga merupakan salah satu terapi yang sangat baik untuk menyembuhkan luka batin. Memaafkan di sini lebih merujuk untuk kebaikan diri sendiri karena dengan memaafkan, hati menjadi netral dari emosi negatif dan siap untuk menerima energi positif dari lingkungan..
Selalu berprasangka baik
Secara psikologis, wajar  bila ada orang yang terlalu sering mendapat input negatif dari orang lain akan memberikan tanggapan  negatif juga atas  kebaikan  orang lain. Karena itu, yakinkan diri bahwa dalam dirimu punya banyak sisi kebaikan dan berhak mendapat balasan kebaikan dari orang lain. Izinkan orang lain dengan tulus memberi kebaikan terhadapmu dan bukalah dirimu untuk membalas kebaikan mereka dengan berpasangka baik terhadap kebaikan mereka. Mulai sekarang bukalah pikiranmu dengan selalu berpikiran positif tentang apa saja di balik perilaku baik atau buruk orang lain terhadapmu.
Demikian ya Aika semoga dapat membantu..

//


SavedURI :Show URL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s