artikel · motivasi

Menjadi Pemuda Islam yang Hebat

Tantangan di usia muda

Sahabat! Usia muda yang kita jalani saat ini, adalah usia emas dalam kehidupan kita. Di usia muda ini terkumpul segala pontensi, panca indra kita berfungsi dengan maksimal, akal yang fress yang dapat menerima informasi dengan mudah dan cepat, kemampuan belajar yang kuat, waktu yang masih luang dan di sana kita bisa mengukir cita-cita dengan penuh semangat. Tentu sangat sayang jika usia emas ini kita isi dengan kesia-siaan. Usia ini harus kita isi dengan semangat yang tinggi di dalam menuntut ilmu yang bermanfaat agar dengan ilmu itu hidup kita menjadi cemerlang dan juga kita torehkan amal-amal sholeh yang bisa kita persembahkan kepada Alloh SWT, Sang Pencipta kita. Jika kita melewati masa muda ini dengan tetap istiqomah di dalam ketaatan kepada Alloh, Alloh akan memberikan kita penghargaan yang sebesar-besarnya, di antaranya kita akan termasuk salah satu dari 7 golongan yang dinaungi Alloh pada hari kiamat dimana tidak ada naungan selain naungan Alloh SWT, yaitu “Seorang anak muda yang tumbuh di dalam ibadah kepada Alloh, dan yang hatinya terikat dengan masjid.”

Namun jika kita melihat kondisi anak-anak muda di luar sana, sangat memperihatinkan. Dimana hari-hari mereka, penuh dengan kesia-siaan. Berkumpul dengan teman-teman mereka dengan perbuatan-perbuatan yang sia-sia, nongkrong tidak karuan, bernyanyi-nyanyi, merokok, mabuk-mabukkan, pacaran, tawuran, bermain game, hiburan-hiburan, dan prilaku-prilaku lainnya yang dapat merugikan orang lain dan juga merugikan diri mereka sendiri. Mereka tidak lagi peduli terhadap kewajiban-kewajiban mereka untuk beribadah kepada Alloh. Kecintaan mereka bukan lagi kepada Islam dan ajarannya, kepada Rosululloh saw, kepada Al-Qur’an, tetapi mereka lebih cinta kepada artis-artis idola mereka, dan mereka lebih mencintai hawa nafsu mereka.

Kondisi seperti itu, tentu tidak menimpa setiap anak muda Islam, masih banyak anak-anak muda Islam yang sholeh, yang tumbuh dalam ibadah kepada Alloh, dan mudah-mudahan kita termasuk di antara mereka. Kondisi anak muda yang notabene mereka adalah orang Islam yang prilakunya sudah rusak khususnya di negara Indonesia ini, tentu tidak terlepas dari usaha orang-orang Kafir yang ingin menghancurkan umat Islam, khususnya genarasi muda, dengan berbagai tontonan yang merusak mereka ingin menggiring anak muda Islam agar menjadi sama seperti anak-anak muda yang telah rusak di negara-negara barat, negaranya orang-orang kafir.

Sebagaimana diungkapkan oleh seorang ahli pendidikan Islam, Kamal Dasuki dalam bukunya An-Numuw At-Tarbawi lith-Thifli wal Murohiq, ia menjelaskan: “Bisa jadi, wabah musibah terbesar tentang penyakit jiwa pada remaja, adalah penelitian yang dilakukan oleh Rosen dan rekan-rekannya tahun 1962. Dimana mereka mengumpulkan daftar orang-orang sakit di Amerika rentang (usia 10 – 19 tahun), mereka mengumpulkannya dari 788 klinik jiwa. Ternyata dari 54.000 remaja yang sakit jiwa, 3 % saja yang dianggap tidak mempunyai keguncangan otak, 20% yang lain belum diperiksa dikarenakan sebab yang tidak diketahui dan 77 % remaja sakit![1]

Generasi muda yang rusak itu berusaha diterapkan kepada anak-anak muda Islam. Namun, generasi muda Islam adalah berbeda dengan generasi muda kafir. Jika kita bandingkan dengan penelitian terhadap genarasi muda Islam yang ada di Arab Saudi ternyata sangat jauh berbeda. Penelitian ini dilakukan oleh seorang pakar pendidikan Islam, Dr. Kholid Ahmad Asy-Syantut, dengan menyebarkan kuisioner kepada 50 keluarga muslim di Makkah dan Madinah. Diantara hasil penelitian tersebut adalah: 84 % anak-anak tidak membangkang kepada keluarga dan 16 % ada pembangkangan dari sebagian kecil anak mereka. 60 % orang tua menyibukkan waktu anak-anak mereka dengan hal yang bermanfaat; menghapal A-Qur’an, membaca, mengikuti kemah musim panas, dll. 36 % orang tua menyibukkan sebagian waktu anak-anak mereka dengan hal yang bermanfaat, dan 6 % yang mengabaikan hal ini. 60 % orang tua tidak melihat kenakalan pada anak-anak mereka, 22 % orang tua yang memandang sebagian kecil anak mereka melalui suasana itu, 12 % anak mereka mengalami masalah tersebut, dan 6 % seluruh anak mereka mengalami kenakalan dan keguncangan remaja.

Data tersebut menunjukkan bahwa masih ada anak-anak muda yang tumbuh dalam suasana ibadah, selain banyak pula berkembang sekolah-sekolah yang mendidik anak secara Islami, dan sekolah-sekolah menghapal Al-Qur’an, bahkan di Palestina negara jajahan Israel banyak di sana tumbuh anak-anak penghapal Al-Qur’an.

Generasi muda Islam yang hebat

Dalam sejarah, banyak generasi muda Islam yang hebat. Itulah mengapa Rosululloh saw menyebut usia muda itu dengan Asy-Syaab, yang berarti kekuatan, baru, indah, tumbuh dan awal segala sesuatu. Tidak seperti ilmu yang datang dari Barat, dari orang-orang Kafir, yang menyebut usia muda adalah pubertas yang identik dengan kenakalan. Al-Qur’an pun telah menyebutkan bahwa usia muda adalah usia yang kuat; “Allah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia dikehendaki dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54).

a. Hebatnya generasi muda dalam Al-Qur’an:

1. Pemuda Ibrohim as: berani melawan kebatilan

“Mereka berkata: siapakah yang melakukan perbuatan-perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zholim. Mereka berkata: kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrohim. Mereka berkata: (kalau demikian) bawalah mereka dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan. Mereka bertanya: apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrohim? Ibrohim menjawab: sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara. Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata: sesungguhnya kalianlah yang menzholimi (diri sendiri). Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), engkau pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara. Dia (Ibrohim) berkata: mengapa kamu menyembah selain Alloh, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan madhorot kepada kamu. Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Alloh! Tidakkah kamu mengerti? Mereka berkata: Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat. Kami (Alloh) berfirman: Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrohim.” (QS. Al-Anbiya: 59 – 69).

  1. 2.      Para Pemuda Ashabul Kahfi (Penghuni Gua):Berani meninggalkan lingkungan yang rusak demi menyelamatkan iman, kemudian Alloh menidurkannya selama 309 tahun.

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Robb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata: Robb Kami adalah Robb langit dan bumi, kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.” (QS. Al-Kahfi: 13-14).

  1. 3.      Pemudi dalam tugas penting (saudarinya Musa as):Amanah, tanggung jawab, teliti, hati-hati, memiliki kemampuan berkomunikasi, sehingga selamatlah bayi Musa as dengan izin Alloh atas jasa saudarinya.

“Ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan. (yaitu) letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan agar engkau diasuh dalam pengawasan-Ku. Ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir’aun): Bolehkah aku menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya? Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan.” (QS. Thoha: 38-40).

Itulah di antara kehebatan anak-anak muda yang beriman kepada Alloh yang telah diceritakan oleh Alloh kepada kita untuk kita jadikan sebagai teladan.

b. Hebatnya generasi muda Sahabat Rosululloh saw

Sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga adalah mereka yang masuk Islam pada usia muda. Abu Bakar Shiddiq (37 thn), Umar bin Khottob (27 thn), Utsman bin Affan (34 thn), Ali bin Abi Tholib (10 thn), Tholhah bin Ubaidillah (14 thn), Zubair bin Awwam (16 thn), Sa’ad bin Abi Waqqosh (17 thn), Said bin Zaid (15 thn), Abu Ubaidah bin Al-Jarroh (27 thn), dan Abdurrohman bin ‘Auf (30 thn).

Selain itu, ada pula anak muda yang hebat yang bernama Usamah bin Zaid. Ia diangkat menjadi panglima perang melawan Romawi di usia tidak lebih dari 17 tahun, padahal dalam pasukannya ada sahabat senior seperti Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khottob dan lainnya. Ketika para sahabat lain meragukan kepemimpinan Usamah, Rosululloh saw bersabda: “Jika kalian mencela kepemimpinannya, sesungguhnya kalian juga telah mencela kepemimpinan bapaknya (Zaid bin Haritsah). Demi Alloh, Zaid bin Haritsah sangat layak untuk menjadi pemimpin (komandan perang), padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Dan orang ini (Usamah bin Zaid) adalah orang yang paling aku cintai setelah bapaknya.[2] Ia adalah pemuda yang sholeh, sangat cerdas, pemberani dan memiliki semangat jihad yang tinggi. Sebelum itu pun ia telah mengikut peperangan yaitu Perang Khondaq, Hunain dan Mu’tah. Dalam perang Khondaq ia masih belia, pada saat itu ia memohon agar diizinkan ikut perang oleh Rosululloh saw sehingga ia naik ke dataran yang tinggi agar badannya terlihat tinggi. Bahkan dalam perang Uhud pun ia sangat ingin mengikutinya, namun karena masih kanak-kanak oleh Rosululloh saw tidak diizinkan, sehingga ia pun menangis.

Selain itu juga, masih banyak genarasi muda sahabat yang sangat hebat.

Agar kita menjadi Pemuda Islam yang hebat

1. IMAN yang kuat dan ISTIQOMAH

“Dari Abu Amr ra, ia berkata: Aku berkata, wahai Rosululloh, ajarkanlah kepadaku suatu ucapan yang mengandung ajaran Islam dan aku tidak menanyakannya kepada selain engkau. Beliau menjawab, katakanlah: Aku beriman kepada Alloh! kemudian Istiqomahlah.(HR. Muslim). Ingat, anak muda itu kuat, jadi jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik. Rasakanlah bahwa Alloh selalu bersama kita. Jangan mengikuti hawa nafsu, bersabarlah dulu sampai manisnya buah dari prestasi kita itu dapat kita petik pada waktunya. Maka Alloh pun akan memberikan kita pertolongan.

2. Miliki kesadaran yang kuat terhadap TUJUAH HIDUP

Kalau kita menyadari dengan kuat bahwa kita ingin sukses di masa depan sebagai tujuan hidup kita, niscaya kita akan berhati-hati agar tidak kandas di tengah jalan. Baik masa depan di dunia, terlebih di Akhirat. Ingat selalu cita-cita kita, agar tidak mudah tergoda oleh yang akan mencelakakan kita. Menyesal itu di akhir, maka selalulah memikirkan akibat dari setiap perbuatan yang kita lakukan.

3. Isilah usia emas kita dengan selalu menuntut ILMU dan memperbanyak AMAL SHOLEH

Kebanyakan anak muda yang menghabiskan waktu dengan sia-sia, karena mereka tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat. Jika kita membiarkan waktu kita kosong, maka syetan akan menggoda kita untuk berbuat buruk. Maka isilah usia emas ini dengan selalu menuntut ilmu agar dengan ilmu itu hidup kita menjadi semakin terang, sehingga cita-cita pun dapat kita capai dengan mudah. Jangan lupa pula perbanyak amal-amal sholeh apa saja yang kita mampu, sebagai ukiran-ukiran prestasi yang kita torehkan, sehingga kita dapat menjadi pemuda Islam yang hebat, yang mulia di sisi Alloh. Aamiin…

Nashrum Minalloh Wa Fathun Qorib

Cipatat, 12 Robiuts Tsani 1434 H

Salam perjuangan,

Muhammad Atim

//


SavedURI :Show URL

2 thoughts on “Menjadi Pemuda Islam yang Hebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s