motivasi · sastra

Bahasa Cinta Elangnya Jenghis Khan

Pada suatu saat Jenghis Khan baru saja menyelesaikan 1 urusannya. Dalam perjalanannya itu ia berniat utk istirahat dulu. Ditemani oleh burung elang yg setia mengikuti ke mana pun ia pergi. Akhirnya, niatnya tertambat di sebuah gua kecil yg dikelilingi pemandangan indah. Dimasukilah gua tersebut. Sambil duduk di pintu gua, ia pun melepas lelah sambil memandangi hijaunya pemandangan alam. Gemericik air jernih yg meluncur dari atas gua menambah suara alam yg menenangkan dan menenteramkan jiwa. Karena haus dahaga, ia pun mengambil air jernih tersebut menggunakan botol airnya. Ahhh, segar sekali pikirnya meneguk air jernih itu. Ketika mengisi air itulah, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sambaran elang yg menjadi sahabat setianya itu. Botol air yg disambar elang pun jatuh.

gengkhan
“Ah, kenapa kau jatuhkan botolku, elang?” seru Jenghis.
“Kwakkk!” jawab elang.

Lalu Jenghis pun mengambil botolnya dan kembali mengisinya dgn air jernih di pintu gua. Tiba-tiba si elang kembali menyambarnya dan jatuhlah botol itu.
“Kwakk!” seru sang elang.
“Hei, kenapa kau ini, elang???” bentak Jenghis sudah mulai marah.

Tapi tak terlalu digubrisnya tindakan si elang, Jenghis pun kembali mengambil botolnya yg jatuh. Lalu mengisinya dgn air jernih tadi. Dan terjadi lagi, sang elang kembali menyambarnya. Dan…
“Brasssh!”
“Kwaaaaaakkkk!!!” teriak sang elang kesakitan. Tubuhnya kini merasakan kesakitan yg luar biasa, karena tebasan pedang Jenghis yg secepat kilat baru saja menyambarnya. Lunglailah tubuh si elang jatuh ke tanah bersimbah darah…
“Kwwa….kkk…..kwaa…kkk…kkkk…..rrrggghhh….kkkk….” rintihan sang elang di detik-detik akhir hidupnya. Akhirnya, matilah sang elang di tangan majikannya sendiri, Jenghis Khan, yg selama ini setia ditemaninya ke mana pun Jenghis pergi.

Melihat itu, Jenghis segera mendekati sang elang yg telah terbujur kaku. Ketika itulah ia melewati sebuah kubangan air yg tidak terlalu besar, dan dari situlah air jernih tadi mengalir. Betapa terkejutnya ia ketika tahu ada sesosok mayat manusia yg terombang-ambing di atas kubangan itu. Sepertinya mayat itu sudah membusuk. Ah, ternyata inilah maksud dari tindakan si elang. Berarti sang elang telah menyelamatkan nyawanya dgn menghalanginya utk meminum air jernih yg sudah tercemar oleh racun dari mayat yg membusuk.
“Oohh, elangku…” kata Janghis lirih sambil memandangi dan membelai tubuh kaku sang elang…

Nah, sobat, ada sebuah hikmah mendalam yg dapat kita ambil dari kisah-kisah di atas, yaitu hikmah tentang arti sebuah bahasa cinta. Setiap makhluk memiliki bahasa cinta tersendiri, yg terkadang berbeda dgn makhluk yg lain. Bahasa cinta seekor binatang, jelas berbeda dgn bahasa cinta seorang manusia. Bisa jadi rasa cintanya sama, tapi yg membedakan adalah bahasanya, yaitu cara mengekspresikannya. Dalam kisah ini jelas, sang elang telah memberikan bahasa cintanya kepada Jenghis sang majikan. Tapi, bahasa cinta itu tidak tersampaikan secara tepat, sehingga yg terjadi bukan dimengerti, tapi malah disalahpahami.

Sobat, cinta adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Tapi jika cinta tersebut salah kita ekspresikan, maka bisa jadi kita akan bernasib sama dgn sang elang tadi. Salah satu ekpresi cinta adalah membahasakan cinta sesuai dgn bahasa cinta sesuatu yg kita cintai itu. Jika sesuatu yg dicintai itu menyukai “A” dan membenci “B”, maka bahasa cinta kita hendaklah bahasa cinta “A”, bukan “B”. Karena jika tidak, bahasa cinta kita tadi tidak akan menemui kesesuaian, bahkan penolakan. Di sinilah rahasia dari kata Rasulullah yg intinya bahwa “hati itu berkumpul dan bersatu karena kesesuaian”. Berkumpul dan bersatunya kita karena bahasa cinta yg sama. Tidak mungkin sesuatu itu berkumpul karena bahasa cinta yg tidak sama, atau kalau pun berkumpul sifatnya hanya sementara dan tidak langgeng.

Sobat, dari kisah di atas, kita jadi bisa memahami arti dari sebuah bahasa cinta, baik dari kita ke selain kita, atau dari selain kita ke kita. Kita jadi tahu, bahwa utk mencintai sesuatu, hendaklah kita membahasakan cinta kita sesuai dgn bahasa cinta yg kita cintai itu, supaya cinta kita diterima. Contoh : kita ingin mendapatkan cinta dan ridhaNya Allah, tapi kita selalu berbuat dosa dan tidak mau menjalankan perintahnya. Sudah hampir bisa dipastikan, Allah tidak akan menerima “cinta” kita itu. Contoh yg lain : ada sahabat kita yg sangat suka dgn buku, maka ia sering “memberi” buku kepada kita yg sangat tidak suka dgn buku, alih-alih kita menerima bahasa cintanya, kita malah bisa jadi membencinya.

Demikianlah, sobat. Jika ada orang yg melakukan sebuah tindakan terhadap kita, baik atau buruk menurut kita, tunggu dulu. Analislah terlebih dahulu, pastikan itu bahasa cintanya kepada kita atau bukan. Jika benar itu memang bahasa cintanya kepada kita, padahal kita tidak suka, kita bisa menolaknya dgn baik jangan sampai ia tersinggung. Atau bisa juga kita memberikan bahasa cinta kita kepada orang tersebut dgn menerima bahasa cintanya, meskipun sebetulnya kita tidak suka itu.

Di antara bahasa cinta yg ada, Allah memiliki bahasa cinta yg demikian agung luar biasa kepada para hambaNya. Yg sering kali bahasa cinta itu sering disalahartikan oleh sang hamba. Terkadang kita berdo’a, tapi tidak atau belum dikabulkan. Lalu kita berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah sedang menyiapkan bahasa cinta terbaik untuk kita, tapi kita tidak mengetahui dan menyadarinya. Dan yg datangnya dari Allah itu pasti terbaik utk para hambaNya. Sedangkan keburukan itu selalu datang dari diri para hambaNya.

Karena itu, tepatlah jika disebutkan Allah bahwa “laki-laki yg baik-baik akan mendapatkan perempuan yg baik-baik juga”, dan sebaliknya “laki-laki yg tidak baik itu akan mendapatkan perempuan yg tidak baik juga”.

sumber sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s